Perihal Kebanggaan

Kebanggaan bisa salah diingat. Kebanggaan juga bisa berubah bersama peran masa depan. Meski setiap orang memiliki kebangaan di balik cerita yang tak perlu diketahui oleh orang lain. Akan tetapi selalu ada yang berbeda jika berada di dalam keluarga ini.
Apa sih arti kebanggan menurut kamu?
Saya kaitkan arti kebanggan itu salah satunya dengan melakukan aktivitas malam. Seperti tulisan ini. Saya buat ketika tengah malam dan bisa dikatakan, disaat saya menuliskan tulisan ini, yang saya sadari bahwa sosok ibu saya adalah sosok yang paling mulia dan patut dibanggakan.
Berawal dari saya menyukai aktivitas malam. Karena malam mempunyai cerita masing-masing dan saya menikmaticerita malam saya. Apalagi merasakan aktivitas malam yang sering sekali saya habiskan di dalam rumah daripada di luar. Karena menurut saya, suasana malam itu bisa memberi ketenangan ketimbang suasana lain. Menghabiskan malam itu tak pernah melewati permintaan dari sang ibu. Yaitu, minta dibuatkan secangkir teh manis hangat. Awalnya saya sedikit bosan dengan permintaan ini. Tetapi setelah dipikir, apa salahnya? Toh, setiap tengah malam saya juga selalu membuat secangkir kopi. Jadi bisa sekalian.
Banyak orang yang mengasumsikan,kebanggan itu sebagai kemenangan. Saya setuju sekali. Kemenangan inilah yang saya peroleh, bisa memanjakan ibu dengan secangkir teh. Mungkin rutinitas ini terlihat kecil di mata beliau. Namun, perasaanyang saya dapatkan itu penuh kebanggaan. Ada semacam perasaan haru yang lewat di sekelebat asap mengumpal setiapkali saya membuatteh untuk ibu. Mengingatkan saya pada sebuah suasana. Di mana setiap pagi, ketika saya akan berangkat sekolah, dari mulai TK sampai STM, beliau tak pernah lupa membuat teh dan sarapan untuk anak-anaknya. Senyuman ibu selalu terseduh rutin di cangkir tehnya setiap pagi itu. Dan ini semacam awal manis bagi sebuah hari, sebelum melakukan aktivitas sekolah.
Meski suasana itu sudah tak lagi dirasakan. Tapi dari sini sadar, saya harus mulai setia dengan permintaan beliau untuk membuat secangkir teh, sebelum beliau melakukan shalat tahajud. Dua belas tahun lamanya itu, beliau selalu setia memanjakan saya dengan ukiran senyum pada teh buatannya. Kini tinggal bagian saya, ialah memanjakan beliau dengan secangkir teh ketika tengah malam.
Sudah hampir delapan tahun kami hidup tanpa adanya seorang ayah, karena beliau sudah meninggal. Tetapi, ibu masih rela membanting tulang untuk menjadikan anak-anaknya sebagai orang yang berpendidikan. Terkadang, ketika saya membuat ibu bersedih dengan apa yang saya lakukan, beliau tak pernah mengingatnya itu sebagai dendam. Dari sini saya merasakan, betapa bangga terhadap sosok ibu. Saya sebagai laki-laki pun belum tentu bisa bersikap mulia seperti itu, ketika kelak menjadi sorang ayah.
Banyak hal-hal yang menarik setelah saya membuat teh untuk ibu. Seperti, rasa semangat yang tiba-tiba hadir untuk meneruskan tugas kuliah, sampai akhirnya mendapat nilai bagus. Terkadang juga, bergairah untuk menulis puisi atau cerpen, yang nantinya ketika saya publish di media sosial maupun blog, akan dibaca oleh teman-teman di dunia maya. Dan hasil dari aktivitas yang saya lakukan semua itu, kerap saya anggap sebagai, sebuah berkat, karena telah membuatkan secangkir teh hangat untuk Ibu.
Sebenarnya bukan hanya secangkir teh saja. Sering kali beliau melakukan hal yang tak terduga, yang membuat anak-anaknya menjadi bahagia akan sososknya. Sering ketika saya atau adik saya tak sengaja menggumam lirih di depan beliau. Seperti, โ€œSore ini aku pengin makan bakso dehโ€. Beberapa jam kemudian, beliau membelikan tiga porsi bakso sekaligus untuk kami bertiga. Ini namanya insiatif yang indah dalam keluarga. Dan sering kali terjadi.
Saya harus bersyukur, karena sampai sekarang masih bisa berada di samping beliau. Dan mumpung sebuah dekapan belum memisahkan kami, alangkah baiknya melakukan rutinitas manis ini. Dan saya bisa merasakan batin yang sangat dingin. Suasana melankolis bercampur rasa bangga. Sepertinya beliau selalu meminjamkan kesabarannya kapada saya, setiap saya membuat teh ketika tengah malam.
Membahas soal kebanggan kita terhadap sosok ibu, itu sungguh tak bisa jika tak berlama-lama. Ibu memiliki seribu doa yang mengalir dari mata batinnya untuk kebaikan dan keselamatan anak-anaknya. Sampai kapanpun, saya akan bangga pada ibu. Dan saya ingat senyumannya dalam secangkir teh yang dulu sering saya seduh. Ada arti di dalam cangkir teh itu. Seperti air mata yang tak pernah lelah mendoakan anak-anaknya. Karena sesuatu yang amat sangat mendamaikan itu adalah โ€œdoa ibuโ€.
Rutinitas manis seperti ini, secara langsung akan mengajarkan saya, ketika nanti sudah mempunyai seorang istri. Istri saya yang akan membuat anaknya menjadi semangat, karena ada ukiran senyuman ibunya dalam membuatkan teh untuk mereka. Agar anak-anak saya juga bisa menumbuhkan rasa bangga dan selalu teringat pada ibunya. Karena sebaik-baiknya kemanisan dalam keluarga, tiada yang mampu menandingi tali-kasih antara ibu dan anak-anaknya.
Terima kasihku untuk ibu terhadap cinta yang kau berikan, yang menumbuhkan rasa bangga dan menjadikan semuanya begitu manis. Layaknya teh yang kau buat setiap pagi, selama dua belas tahun kemarin. Sekarang giliranku untuk memanjakanmu dalam secangkir teh buatanku.
***
Jangan lupa juga untuk menonton trailer dari novel CineUs di bawah ini. Novel yang bercerita tentang arti sebuah kebanggaan sebenarnya. Tentang seorang gadis yang rela melakukan apa saja demi memenangkan Festival Film Remaja. Sampai keseharian gadis ini selalu dilakukan dengan perasaan yang menyenangkan, karena adanya seorang lelaki yang misterius.
Tulisan ini, diikutsertakan dalam Lomba Artikel CineUs Book Trailer bersama Smartfren dan Naura Books.

38 Comments

Leave a Reply to green owl Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.