Desember dan “Hello World!”

Hello World
Dokumen pribadi yang diambil dari kedai roti bakar milik mas puthut. Doctype di laptop yang nulis kak zachira indah.

Tahukah kamu, jika kita membuat blog dengan platform / CMS WordPress, maka kita akan disapa oleh sebuah post yang tertulis, “Hello, World!”?

Yang sudah punya blog WordPress pasti tau!

Tapi itu nggak penting sih!

Yang terpenting buat saya adalah akhirnya saya bisa merame ngeblog lagi di blog ini setelah sekian lamanya kandanglana.com hanya dijadikan status bahwa saya punya blog pribadi.

Ini merupakan tulisan pertama saya di tahun 2018 di blog ini.

Dan apa alasan saya ngeblog di sini lagi?

Selain rasa malasnya baru disingkirkan, juga karena saya merasa sudah saatnya berbagi kekuatan dari ilmu yang dinamakan “sedikit-dikit mencatat”.

Itu adalah ilmu yang diterapkan oleh banyak orang, namun tidak sedikit juga yang menyepelekan.

Jadi singkat cerita, pada suatu hari, ketika diperkenalkan oleh dunia blog di tahun 2015, saya merasa untuk menjalankan sebuah blog Raparapa.com dengan metode SEO itu sangat susah.

Baca juga : Apa itu SEO (Search Engine Optimization)? Dan Apa Tujuan dari Situs Model Raparapa.com? [Comming Soon]

Maka saya memaksakan diri untuk mencatat apapun yang perlu saya lakukan agar tidak lupa, supaya tau ke mana arah tujuan Raparapa.com untuk awal mula.

Berjualan di ranah online pun begitu. Saya mulai jualan online pada tahun 2016.

Saya mencoba berjualan di Facebook Ads, Instagram Ads, Marketplace lokal.

Karena merasa berjualan di media tersebut bukanlah hal yang mudah, maka saya mencatat semuanya. Mempelajari pola berjualan sambil dicatat, membuat studi kasus sambil dicatat, hingga membuat evaluasi pun kudu dicatat.

Pokoknya semua yang berkaitan dengan 2 kasus di atas, yaitu ngeblog dan jualan, pasti saya catat!

Dan sekarang apa hasilnya?

1. Raparapa.com

Blog tersebut selalu menyumbang angka pembaca di atas 50 ribu per month. Beberapa kali di atas 100 ribu visitors, seperti Oktober kemarin 127 ribu vistiors per month. Tergantung seberapa niatnya saya mau memperbarui tulisan lama.

Berikut screenshoot-nya.

Raparapa.com
pengunjung / visitor Raparapa.com versi similarweb di bulan November.
Raparapa.com
pengunjung / visitor Raparapa.com versi similarweb di bulan November. Bulan Desember belum update.

Itu hasil dari mengintip catatan yang dulu-dulu. Saya pahami lagi kemudian saya evaluasi.

Kini Raparapa.com yang hanya memiliki 142 tulisan atau postingan, namun berhasil meraih 80.000 visitor per bulan atau sekitar 2.000 per hari. Not bad lah kalau buat saya!

Perlu diingat, terakhir Raparapa memposting tulisan pada tanggal 25 Juli kemarin. Hingga kini belum menulis lagi.

Namun, pada dasarnya tulisan di Raparapa tidak pernah saya publish secara terjadwal, atau bisa dibilang kadang-kadang atau suka-suka atau tergantung mood saya aja.

Saya malas sih. 🙁

Kalau ngga malas, bisa jadi akan meraih visitor lebih dari 80.000, mungkin sekitar 5 atau 10 kalilipatnya. Tergantung seberapa besar daya juang yang dikeluarkan.

Ya, kenapa enggak? Wong saya sudah menemukan pola dari konsep SEO.

Ini semua hasil dari ilmu yang dinamai “sedikit-dikit mencatat.”

2. Online Shop.

Bulan Juni di tahun 2016 saya mulai berjualan online.

Di antara Marketplace, Facebook Ads, dan Instagram Ads, yang saya jadikan tempat untuk berjualan, Marketplace-lah yang saya takuni selama sekitar 8 bulan. Saat itu saya fokus berjualan di Shopee.

Berikut salah satu akun atau toko Shopeenya.

Sebelumnya mohon maaf sekali karena saya tidak bisa membuktikan jangka waktu selama 8 bulannya melalui screenshot. Sebab akun Shopeenya sudah dijual dan nomor pembelinya sudah terhapus. Yang di atas adalah screenshot sebelum dijual. Hanya itu yang saya punya.

Nanti saya akan usaha mencari nomornya untuk saya mintai screenshot. Itupun kalau diperbolehkan ya. Jadi doakan saja. Karena melalui blog ini, saya ingin menulis menggunakan data, bukan hanya asumsi semata. Hehe

Jadi untuk sementara ini, anggaplah saya telah membuktikan screenshot bahwa selama 8 bulan sudah menghasilkan 24juta.

Nggak apa-apalah menghasilkan segitu untuk awal mula jualan online.

24 juta yang saya raih itu hasil dari mencatat. Mempelajari pola berjualan sambil dicatat, membuat studi kasus sambil dicatat, hingga membuat evaluasi pun kudu dicatat.

Maka hasilnya, ketika di bulan September kemarin, saya kembali membuat 1 toko baru di Shopee, saya tinggal baca kembali catatan saya yang dulu, saya terapkan, dan sekarang saya sudah mendapatkan omset sekitar 19 juta hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan.

Berikut screenshot toko yang sekarang.

Akun shopee
Akun Shopee saya yang baru, usianya jelang 3 bulan. Maaf ya nama pembelinya saya tutupi. 😀

Oke, perbedaannya ada di omset dan waktu :

Penjualan saya dulu sudah menghasilkan 24juta selama 8 bulan.

Sementara toko baru ini sudah menghasilkan 19juta hanya dalam waktu 3 bulan. Ditambah di tanggal 7 Desember, tepatnya hari ini, toko tersebut berhasil menjadi Star Seller. Huhuhu

star seller shopee
berhasil menjadi star seller shopee di tgl 7 Desember 2017

Jarang-jarang kan toko yang baru hampir 3 bulan udah masuk Star Seller? Atau memang udah banyak? Duh, saya nggak mencari tahu soal ini. Yang penting bagi saya sih ini terlalu cepat dan patut diyukuri. Karena banyak sekali keunggulan fitur Star Seller ini. Kamu bisa cari di Google.

Oh iya, FYI aja, kalau jumlah 19 juta tersebut dalam kondisi dana yang siap ditarik ke rekening saya. Masih ada sekitar 2 juta rupiah yang masih mengendap di saldo Shopee. Jadi kalau ditotalkan semua, ya mungkin saat ini ada sekitar 21 atau 22 juta.

***********

Kesimpulan :

Apakah ada makna yang bisa kamu ambil dari studi kasus blog dan onlineshop di atas?

ADA! Ya itu tuh, punya kebiasan sedikit-dikit mencatat. Ternyata powerfull loh!

Di sini saya tidak mengarahkan kamu untuk fokus pada visitor blog atau penghasilan ya! Karena segala bentuk yang bersifat angka itu relatif. Bisa jadi bagi kamu 127 ribu visitor adalah jumlah yang kecil atau 19 juta dari toko baru itu biasa saja.

Saya ingin memfokuskan satu hal kepada kamu bahwa saya berhasil membuat perubahan akibat dari memiliki kebiasaan mencatat.

Dengan mencatat, saya jadi tau bahwa segala hal ternyata bisa dicapai. Saya jadi bisa upgrade.

Kedua hal di atas, blog dan online shop hanya 2 studi kasus dari berbagai studi kasus yang saya alami selama di digital marketing.

Ke depannnya melalui blog ini, saya akan menyampaikan studi kasus lainnya. Seperti bagaimana saya ngeblog dan mendapatkan trafik puluhan ribu pembaca per hari hanya melalui Facebook Ads, ratusan pembaca per hari melalui Pinterest, seputar SEO, dan lain sebagainya seputar digital marketing.

Semuanya akan saya tulis sambil menyodorkan data.

Kandanglana.com akan saya jadikan dokumentasi dari hasil catatan saya selama ini. Semuanya akan saya tuangkan melalui blog ini.

Ah iya! Selain itu, saya juga berharap supaya teman-teman yang belum punya kebiasaan mencatat kini jadi punya kebiasaan mencatat. Terutama untuk yang selama ini mengeluh soal jualan kok hasilnya gini-gini aja, ngeblog kok pembacanya segini doang.

Ketika saya mendapat keluhan seperti itu, saya sering menyarankan untuk segera evaluasi dengan cara mencatat. Semuanya harus ditulis sespesifik mungkin. Karena dengan mencatat, kita bisa improvisasi.

Sebab perlu digaris bawahi, belum tentu ketika kamu mengikuti pola ngeblog atau pola jualan seseorang, kamu akan berhasil 100%. Bisa jadi kamu berhasil melebihi dia, bisa jadi stagnan, atau bisa jadi ngga ada perubahan sama sekali.

Nah, untuk menghindari atau meminimalisir resikonya, maka sebaiknya membiasakan diri dengan sedikit-dikit mencatat.

Dengan mencatat, semuanya akan menjadi terstruktur.

Ah, sembari menulis di kedai roti bakarnya Mas Puthut Kurniawan di bulan Desember ini dengan sapaan Hello World dari WordPress, saya jadi tambah semangat untuk belajar membuat catatan sespesifik mungkin dan saya tuangkan di blog ini.

Maka untuk akhir kata, mari mencatat! Matur suwun.

Lana

Tegal, 7 Desember 2018

(kok berasa kayak bikin surat)

One Comment

Leave a Reply to Djangkaru Bumi Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.